Pergantian Pengurus PBNU, Siapa Yang Terpilih?

Pemilihan Ketua PBNU Dalam Acara Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35

8/29/2026

Gus Kikin Terpilih, Tim Formatur PBNU 2026–2031 Segera Susun Kepengurusan

Janaranews - Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.

Setelah penetapan tersebut, proses penyusunan kepengurusan PBNU periode mendatang mulai memasuki tahap pembentukan tim formatur. Penetapan Gus Kikin berlangsung dalam Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said, Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

Pimpinan Sidang Pleno V, Prof Ganefri, mengatakan tim formatur akan bertanggung jawab merancang susunan kepengurusan PBNU untuk masa khidmah lima tahun ke depan.

Komposisi tim formatur mengacu pada Pasal 11 Bab V tentang formatur. Enam anggota berasal dari tiga kawasan, yakni wilayah Timur, Tengah, dan Barat, serta ditambah satu perwakilan dari unsur tuan rumah.

Wilayah Timur diwakili H Abdul Qahar Yelipele dari Papua Pegunungan dan H Amar Manaf dari Maluku. Sementara wilayah Tengah diwakili Prof Mansur Ma’shum dari NTB dan KH Muhammad Wildan Salman dari Kalimantan Selatan.

Adapun perwakilan wilayah Barat terdiri dari KH Abdul Ghaffar Rozin dari Jawa Tengah dan Prof Ganefri dari Sumatra. Dari unsur tuan rumah Jawa Timur, posisi tersebut diisi KH Abdul Matin Djawahir dari Tuban.

Dalam susunan tersebut, Rais Aam PBNU terpilih secara otomatis menempati posisi sebagai ketua tim formatur. Sementara Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU terpilih akan menjalankan tugas sebagai sekretaris.

Prof Ganefri menyampaikan bahwa tim formatur memiliki waktu satu bulan untuk merampungkan penyusunan struktur kepengurusan PBNU setelah Muktamar Ke-35 NU.

Gus Kikin dan Latar Belakang Pesantrennya

Gus Kikin dikenal sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng yang ke-8. Kiprahnya juga tidak terlepas dari lingkungan pesantren di Jombang, khususnya tiga pesantren besar, yaitu Tebuireng, Seblak, dan Paculgowang.

Ia tumbuh dari keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat. Dari garis keturunan ibunya, Gus Kikin memiliki sanad keilmuan yang bersambung kepada KH Hasyim Asy’ari. Ia juga meneruskan tradisi keilmuan pesantren dari keluarga KH Mahfudz Anwar.

Selain pengalaman dalam mengelola pesantren, Gus Kikin memiliki rekam jejak di lingkungan organisasi NU dan dunia usaha. Berbagai pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal ketika PWNU Jawa Timur memberikan mandat kepadanya untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.