Janaranews- Kerusakan hutan di Kalimantan mendorong Ferry Irwandi mengubah perbincangan di media sosial menjadi aksi nyata. Melalui kampanye “Patungan untuk Hutan” di Kitabisa, masyarakat diajak bersama-sama mendukung perlindungan dan pemulihan hutan.
Gagasan ini berangkat dari keresahan publik terhadap karhutla dan pembalakan liar yang menyebabkan kawasan hijau di Kalimantan rusak. Sebelumnya, muncul wacana untuk mengumpulkan dana bersama demi membeli atau menjaga kawasan hutan agar tidak beralih fungsi menjadi perkebunan sawit, pertambangan, maupun kawasan industri.
Dalam unggahan video di akun Instagram @irwandiferry, Rabu (2/9/2026), Ferry memperlihatkan kondisi hutan yang sebelumnya lebat namun kini gundul dan terbakar. Ia mendorong masyarakat agar tidak berhenti pada diskusi, tetapi ikut terlibat dalam upaya penyelamatan hutan.
Kampanye tersebut difokuskan pada tiga sektor. Mitigasi mencakup pencegahan kebakaran, edukasi, pemantauan, kesiapsiagaan masyarakat, dan perlindungan kawasan rawan. Respons kedaruratan diarahkan pada penanganan kebakaran serta bantuan bagi masyarakat terdampak. Sementara restorasi mencakup pemulihan ekosistem, penanaman kembali, perlindungan habitat, dan dukungan jangka menengah hingga panjang.
Gerakan ini juga berkaca pada pengalaman penggalangan dana sebelumnya yang mencapai Rp10,3 miliar untuk Sumatera dan Rp8 miliar untuk Flores. Kali ini, dukungan akan diarahkan untuk memperkuat kelompok dan organisasi di lapangan, sekaligus membantu memperluas kawasan hutan yang dapat dijaga oleh masyarakat.
Ferry menilai masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga hutan Kalimantan karena hutan merupakan bagian dari kehidupan mereka. Kampanye “Patungan untuk Hutan” saat ini terbuka bagi masyarakat yang ingin turut berkontribusi melalui platform Kitabisa.com/patunganuntukhutan


