Aturan Baru Visa Berubah? Coba Cek, Deh!

Untuk mempersiapkan perjalanan umroh, tentunya harus selalu mengikuti perkembangan berita dan aturan yang berlaku baik dalam negeri maupun luar negeri. Apa lagi jika menyangkut dokumentasi keberangkatan.

Aturan Baru Visa Umroh: Masa Berlaku 30 Hari dan Wajib Validasi Nusuk Masar

Persiapan ibadah umroh tidak hanya persiapan fisik dan finansial, tetapi juga pemahaman terhadap regulasi perjalanan yang berlaku di Arab Saudi. Aturan mengenai visa, pencatatan akomodasi, dan juga perubahan biaya perjalanan harus menjadi perhatian agar calon jamaah dapat mempersiapkan keberangkatan dengan lebih terencana.

Pada November 2025, Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia menghimbau penyelenggara perjalanan serta calon jamaah memperhatikan perubahan kebijakan visa umroh Arab Saudi. Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga meningkatkan penerapan sistem digital untuk mendokumentasikan akomodasi jamaah melalui Nusuk Masar. Berikut hal-hal penting yang perlu dipahami sebelum merencanakan perjalanan umroh.

Masa Berlaku Visa Umroh Menjadi 30 Hari

Berdasarkan informasi yang disampaikan pada November 2025, masa berlaku visa umroh sebelum digunakan untuk memasuki Arab Saudi dipersingkat dari tiga bulan menjadi 30 hari sejak tanggal penerbitan. Dalam aturan yang disampaikan pada saat itu, visa akan otomatis dibatalkan jika tidak digunakan untuk memasuki Arab Saudi dalam jangka waktu tersebut.

Calon jamaah perlu memahami bahwa batas waktu penggunaan visa untuk masuk ke Arab Saudi berbeda dengan lama waktu yang diizinkan untuk tinggal setelah tiba. Karena ketentuan dapat berbeda menurut jenis visa dan kebijakan terbaru, pastikan informasi tersebut diperiksa melalui sumber resmi sebelum keberangkatan.

Perubahan ini membuat kesesuaian antara penerbitan visa, kelengkapan dokumen, dan jadwal penerbangan semakin penting. Calon jamaah sebaiknya memastikan semua persiapan dilakukan sesuai jadwal agar terhindar dari masalah yang diakibatkan oleh keterlambatan proses administrasi.

Pentingnya Validasi Akomodasi melalui Nusuk Masar

Selain visa, akomodasi juga merupakan aspek penting dalam administrasi umroh. Pada Juni 2025, Saudi Press Agency menyampaikan bahwa perusahaan umroh dan pihak terkait diwajibkan mencatat kontrak hotel melalui sistem Nusuk Masar. Hotel yang digunakan harus memenuhi persyaratan perizinan di Arab Saudi, dan pencatatan kontrak hotel menjadi salah satu syarat dalam proses penerbitan visa sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

Sistem ini digunakan untuk mencatat informasi penginapan, seperti jangka waktu menginap dan kapasitas hotel. Tujuannya adalah meningkatkan ketertiban administrasi serta memastikan layanan penginapan tercatat sesuai ketentuan yang berlaku.

Calon jamaah perlu memperhatikan informasi penginapan sejak awal, mulai dari nama dan lokasi hotel, lama menginap, hingga fasilitas yang tersedia. Penyelenggara perjalanan harus menyampaikan informasi tersebut secara jelas dan terbuka. Kepastian akomodasi tidak hanya mendukung kenyamanan jamaah, tetapi juga membantu memastikan kesiapan perjalanan ibadah.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Calon Jamaah

Untuk meminimalkan kendala sebelum keberangkatan, calon jamaah perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

  • Memeriksa aturan visa terbaru. Pastikan jenis visa, masa berlaku, dan persyaratan masuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  • Memastikan jadwal keberangkatan. Periksa kesiapan dokumen dan jadwal penerbangan agar perjalanan sesuai dengan masa berlaku visa.

  • Memastikan kepastian hotel. Periksa nama dan lokasi hotel, lama menginap, serta fasilitas yang disediakan.

  • Memantau informasi resmi. Ikuti pengumuman dari pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi untuk mengetahui perubahan kebijakan.

Dengan melakukan persiapan tersebut, calon jamaah dapat memahami persyaratan perjalanan dengan lebih baik dan mengantisipasi kendala akibat perubahan aturan.

Memahami Regulasi untuk Umroh yang Lebih Terencana

Ketentuan mengenai masa berlaku visa dan pencatatan akomodasi melalui Nusuk Masar menegaskan pentingnya kelengkapan administrasi dalam perjalanan umroh. Oleh karena itu, calon jamaah perlu memastikan kedua aspek tersebut telah dipersiapkan dengan baik sebelum keberangkatan.

Informasi yang akurat, dokumen yang lengkap, serta komunikasi yang baik dengan penyelenggara perjalanan dapat membantu mengurangi risiko kendala administrasi. Mengingat kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu, calon jamaah perlu memeriksa informasi terbaru melalui sumber resmi sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Ingin konsultasi atau booking paket umroh sesuai kebutuhan Anda? Hubungi customer service Janara Travel sekarang!